Senin, 23 April 2012

At Tidung #23-24 Maret 2012

23-24 Maret 2012 akhir nya membawa qh dan Mba Dessy berlabuh di Pulau Tidung, salah satu pulau di gugusan kepulauan seribu. Awalnya perjalanan ini terjadi di awal bulan Maret tetapi karena berbagai hal akhirnya baru terlaksana di akhir Maret. Bahkan yang awalnya jumlah rombongan dari 10 orang menyusut hingga tinggal qh dan Mba Dessy...
Setelah melewati berbagai masalah sebelum keberangkatan akhirnya tgl 23 Maret 2012 kami berangkat menuju Pulau Tidung. Selepas subuh kami berdua berangkat karena dari jasa tour kita diwajibkan sudah kumpul jam 6 pagi. Tetapi kenyataannya kapal yang akan membawa kami ke Pulau Tidung baru berangkat sekitar jam 8 pagi dari pelabuhan Muara Angke.
Selama perjalanan menuju Pulau Tidung terhampar pemandangan laut yang menyegarkan mata. Banyak gugusan-gugusan kepulauan seribu yang terlihat selama menuju Pulau Tidung. Pulau Tidung sendiri merupakan terbesar di kepulauan seribu. Pulau Tidung terbagi menjadi Tidung besar dan Tidung kecil yang dihubungkan dengan jembatan yang biasa disebut dengan Jembatan Cinta.
Jembatan Cinta penghubung Tiudng besar dan Tidung kecil
Biasanya ketika sore dan pagi hari terdapat orang-orang yang ramai-ramai melompat dari atas jembatan menuju ke bawah air.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2,5 jam, akhirnya jam 11 kami tiba di Pulau Tidung. Suasana di pelabuhan Pulau Tidung sudah sangat ramai dengan para wisatawan yang akan menghabiskan liburan mereka disana. Di pelabuhan itu kami dikenalkan dengan tour guide kami selama di Tidung yang bernama Dwi. Selama di Tidung, Dwi yang akan menemani kami berkeliling pulau dan di mulai lah petualangan kami di Pulau Tidung.
Mba Dessy menikmati kelapa muda
Menikmati kelapa muda
Menu makan siang
Sampai di Tidung kami diantar Dwi menuju rumah Mba Fida yang merupakan pengelola Nusa Indah Tour n Travel karena homestay yang akan kami tinggali masih ada penghuninya. Di rumah Mba Fida kami diberi suguhan kelapa muda, melihat kelapa muda di depan kami langsung saja kami minum kebetulan kami sangat kehausan karena panas matahari di Tidung. Selesai dari rumah Mba Fida, kami dibawa Dwi menuju homestay kami dan ternyata di dalam homestay sudah tersedia menu makan siang untuk kami. Melihat makanan itu perasaan lapar mulai muncul dan kami langsung menghabiskan makan siang itu.
Tidung Kecil

Setelah menghabiskan makan siang, kami bersama Dwi pergi menuju Tidung kecil dengan menggunakan sepeda. Sekian lama ga pernah naik sepeda dan sekarang naik sepeda lagi rasanya kagok banget. Jadi inget waktu pertama kali belajar naik sepeda lagi deh ini. Sesampainya di pantai ternyata suasananya cukup ramai padahal saat itu jam menunjukkan pukul 1 siang dan terik panas matahari sangat menyengat kulit. Tetapi hal itu tidak menyurutkan untuk kami dan juga orang-orang untuk menikmati keindahan dasar laut Tidung dan bermain air. Sebelum bersnorkling qh dan Mba Dessy memutuskan untuk berjalan-jalan dahulu ke Tidung kecil. Di Tidung kecil sedikit melakukan karya seni di atas pasir...




 Puas bermain-main di Tidung kecil, kami akhirnya bersnorkling. Awalnya agak serem juga harus snorkling di laut apalagi qh ga bisa berenang sama sekali. Untung selama snorkling dilengkapi dengan alat-alat snorkling yang lengkap sehingga membuat qh jadi berani walaupun tetep masih ada perasaan takut sedikit sih...

Tapi semua rasa takut lenyap ketika melihat pemandangan yang tersaji di bawah laut. Bener-bener indah banget pemandangannya walaupun juga ada sampah di dasarnya. Terumbu karangnya benar-benar cantik banget dengan berbagai macam jenisnya. Sayangnya ga bisa lihat ikan-ikan yang berenang di dalam laut.
Menghabiskan waktu dengan bersnorkling waktu jadi cepat berlalu tanpa terasa hari sudah menjelang sore dan petualangan air harus di akhiri sore itu kami pun kembali ke homestay untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum melanjutkan melihat sunset di sore hari.



Selesai mandi kami menaiki sepeda lagi menuju sisi lain dari Tidung besar untuk melihat sunset. Sampai disana ternyata sudah cukup ramai orang-orang yang sedang menikmati sore hari di tepi pantai dengan berfoto-foto, selain itu ada juga yang hanya duduk-duduk santai menunggu sunset muncul. Tepat jam 6 sore matahari mulai menghilang dari angkasa dan terlihat awan dengan warna yang cantik.


Sunset berakhir berarti malam pun telah datang di Tidung, tidak berapa lama setelah sampai di homestay pintu rumah di ketuk oleh ibu-ibu yang mengantarkan makan malam untuk kami. Melihat porsi makan kami sehari ini bisa-bisa jadi tambah gendut deh padahal kami di Tidung cuma 2 hari 1 malam. Tapi melihat jenis makanan yang disajikan benar-benar bisa buat berat badan naik drastis deh ini. Sayangnya kami pun tidak bisa menolak makanan yang disajikan karena jujur setelah seharian beraktifitas membuat perut terasa cepat lapar. Bahkan malam itu kami mendapat seporsi makan malam dan seporsi ikan barbequan jadi pingin teriak gendut woiii..haha

 Setelah makan malam sisa waktu kami habiskan di dalam homestay. Padahal rencananya kami pingin jalan-jalan malam di tepi pantai tapi sayang nya rasa lelah setelah seharian berjalan-jalan mendera kami sehingga akhirnya hari itu kami akhiri di pulau kapuk lebih cepat....

3 komentar:

  1. kerennnnn bgt,,,,ditunggu kelanjutannya yah.....

    BalasHapus
  2. sabar ya nunggu kelanjutan nya..
    photo-photo nya ada di HD sh..hehe

    BalasHapus
  3. Wah ternyata ada yang udah pernah ke Pulau Tidung di sini :D

    BalasHapus