Bodoh...
Satu kata itu mendadak terlintas di kepala tadi malam...
Kenapa qh masih tetap nekat dengan semua nya?
Sekarang ini qh kayak lagi mendaki di tebing tinggi yang curam seorang diri...
Dari awal sudah tau klu tebing itu susah untuk di daki tapi mesih nekat untuk tetap mendaki...
Bahkan banyak orang sudah memperingatkan qh untuk tidak mendaki tebing itu...
Akhir nya qh sekarang merasa lelah di tengah jalan sebelum berhasil mencapai puncak hingga sudah hampir jatuh karena ga sanggup buat mendaki tebing itu lagi...
Tapi qh masih berusaha bertahan walaupun cuma dengan satu tangan yang masih berpegang di tebing itu..
Bahkan dengan sisa-sisa tenaga tangan yang satunya berusaha untuk menggapai dinding tebing tinggi itu agar kembali seimbang..
Supaya qh dapat kembali melanjutkan pendakian itu..
Tapi sekeras apapun qh berusaha untuk menyeimbangkan nya dengan kedua tangan qh tapi pada akhir nya cuma tetap satu tangan yang bisa bertahan...
Bahkan kini satu tangan itu sudah hampir lepas dari dinding tebing itu..
Tapi jika tangan satu itu terlepas pasti jatuh nya akan benar-benar sakit bahkan mungkin membuat badan hancur karena kini qh sudah ada di tengah tebing...
Tapi jika qh merangkang pelan-pelan untuk turun rasa nya sudah tidak ada tenaga lagi untuk melangkah...
Akhir nya qh hanya bisa bergelantungan di tengah tebing dengan menggunakan satu tangan...
Menunggu kapan qh akan jatuh ke bawah sambil mempersiapkan diri untuk rasa sakit yang qh rasa...
Karena sudah sulit buat qh untuk maju melangkah lagi...
Mungkin jatuh sekarang lebih baik sebelum qh terlanjur mencapai puncak karena sakit nya akan dua kali lipat..
Tapi apakah dengan berhenti di titik ini semua nya bakal berakhir?
Sayang nya ga rasa sakit akan terus ada bahkan mungkin badan yang sudah hancur susah kembali menjadi normal..
Karena qh sudah terlalu jauh mendaki tebing itu tanpa berpikir rasa lelah yang akan datang pada qh...
Dan di saat-saat inilah qh baru sadar klu benar-benar bodoh terlalu gegabah dalam melangkah...

setiap orang ada di tepi tebing....siapapun dan kapanpun...
BalasHapuskau tak kan pernah sendiri....ada kami, kita, aku yang akan memegangimu dari atas atau menahanmu dibawah agar tak terlalu sakit...atau kita jatuh bersamaan agar bisa bersama-sama merasakan perih dan mengobatinya bersama.......
Aw aw deh ya...
BalasHapusSo sweet deh ni...
Tp nanti klian yg di bwah psti bkal skit ga jg krena menyangga beban qh..
Jd lebih baik biarkan qh jatuh ndiri tnpa menyakiti spa pun
heii ladies ..
BalasHapusketika kamu mau sedikit berusaha dan bersabar untuk turun secara perlahan-lahan dengan sisa tenagamu itu. yakinlah akan ada sesuatu yang menunggumu dibawah tebing, yang melihat usahamu, dan pasti yang jauh lebih indah :)
amien..
Hapusmudah-mudahan ketika benar-benar jatuh dari atas tebing akan ada seseorang yg siap untuk menerima dan menyembuhkan luka nya nanti